PATA JAVA
Pata Masters & Kua Etnika


Pata Java Ensemble Pata Java Ensemble Pata Java Ensemble
Pata Java Ensemble Pata Java Ensemble Pata Java Ensemble
Pata Java Ensemble Pata Java Ensemble Pata Java Ensemble
Norbert Stein
tenorsaxophone
Michael Heupel
flutes, sub-contra-bassflute
Klaus Mages
drums
Matthias von Welck
bass-slitdrums, deep mallets
Christoph Hillmann
electronics
Djaduk Ferianto
Srompet, Kendang, vocal, Beduk, Klunthung, Kemanak, Ketipung, Krincing, Triangle, Shaker
Purwanto
Bonang, Klunthung, Calung, Rebana, Rebab, Kemanak, vocal
Suwarjiyo
Demung, Klunthung, Rebana, Demung, vocal
Suharjono
Saron, Klunthung, Calung, Rebana, Siter, vocal
Fredy Pardiman
Saron, Klunthung, Rebana, Rebab, vocal
Wardoyo
Peking, Krincing, Kendang, Rebana, Klunthung, vocal
Sukoco
Gender, Kendang, Calung, Ketipung, Beduk
Sony Suprapto
Kempul, Gong, Beduk, Rebana, vocal
CD PATA JAVA merekam satu proses kerjasama yang mengagumkan antara Pata Masters dari Köln di bawah pimpinan Norbert Stein dengan pemusik gamelan Kua Etnika dari Yogyakarta di bawah pimpinan Djaduk Ferianto. PATA JAVA merupakan eksperimen yang berhasil dari perjumpaan para pemusik, bentuk musik dan dunia bunyi yang berbeda-beda. Dalam perjumpaan mereka Pata Masters dan Kua Etnika berhasil menemukan komposisi-komposisi yang inovatif yang jauh melampaui sekedar pertukaran atau bentuk-bentuk sintetis, tetapi dimana dua bahasa musik saling bertegur sapa, bermain bersama, kadang bertukar tempat, tetapi akhirnya menyatu kembali. Pertemuan budaya yang begitu langsung, intensif dan jujur seperti dalam PATA JAVA ini jarang terjadi.

Atas undangan Goethe-Institut Jakarta Pata Masters pernah berkunjung ke Indonesia pada tahun 2001. Ketika itulah muncul ide untuk melakukan kerjasama antara ensemble Jazz Jerman dengan musik gamelan Indonesia. Pada kunjungan mereka yang kedua di bulan Oktober 2003, kelompok Pata Masters dan Kua Etnika bekerja sama selama 2 minggu di studio Djaduk Ferianto di perbatasan kota Yogyakarta. Workshop diadakan di bawah pendopo yang terbuka dan bersentuhan langsung dengan keseharian desa di Jawa, dalam gambar dan bunyi. Dalam suasana yang kreatif seperti itulah lahir komposisi-komposisi penuh bunyi dan tak biasa, yang telah memuaskan sekitar 2500 penonton di Yogyakarta, Bandung dan Jakarta dalam „PATA JAVA on Tour“ yang diadakan setelah workshop selesai.

Goethe-Institut Jakarta merasa beruntung, karena dapat mempertemukan kedua komponis Norbert Stein dan Djaduk Ferianto serta Pata Masters dan Kua Etnika dan dengan demikian memungkinkan terjadinya perjumpaan Jerman-Indonesia dalam PATA JAVA. Terima kasih kami tujukan kepada semua pemusik yang terlibat serta mereka yang membantu keberhasilan proyek ini, yang telah mengurus dan mengorganisir workshop maupun konser. Warta Jazz (Jakarta) merupakan partner yang penting untuk urusan logistik. DaimlerChrysler AG mendukung proyek Goethe-Institut Jakarta ini dalam rangka Kerjasama Asia „Culture in Motion“. Tanpa dukungan mereka proyek PATA JAVA ini tidak mungkin terlaksana.

Dr. Marla Stukenberg
Kepala Bagian Program
Goethe-Institut Jakarta
Desember 2003

News from eJazzNews.Com:
A love story between Jazz and Gamelan
by Christina Schott, Contributor, Yogyakarta

Conducting Pata Java Conducting Pata Java Conducting Pata Java Conducting Pata Java